Powered By Blogger
free search engine website submission top optimization

Rabu, 04 Januari 2012

Abu BakaR Ash’ Siddiq

Abu BakaR Ash’ Siddiq
Khulafaur Rasyidin Pertama
Temen-temen, sudah tahu, kan, siapa pengganti Rasulullah Saw. dalam masalah kepemimpinan, setelah Rasul wafat? '(hemm.. ia adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. yang dibaiat sebagai Khalifatur Rasul (peng­ganti Rasul) di Saqifah Bani Sa'idah. lnilah yang menjadi ijma'ush shahabah (kesepakatan di antara para sahabat Rasul) dan yang menjadi hujjah (argumentasi syar'i) kewajiban mengangkat seorang khalifah (pemimpin Islam) di tengah masyarakat Kaum Muslim, Oya, Temen-temen. ingin tahu lebih banyak tentang sosok khulafaur rasyidin pertama ni. kan?
            Abu Bakar bernama lengkap Abdullah bin Abi Quhafah At-­Tamimi. Nama kecilnya adalah Abdul Ka'bah. Gelar Abu Bakar diberikan Rasulullah Saw. setelah ia menikahkan Rasul dengan anak gadisnya. 'Aisyah, dan karena cepatnya ia masuk Islam. Ash-Shiddiq yang berarti 'amat membenarkan adalah gelar yang diberikan kepadanya lantaran ia segera membenarkan Rasul dalam berbagai peristiwa.
                Abu Bakar memiliki nama panggilan Atio (sang Tampan) lantaran wajahnya yang tampan dan cakap orangnya. Tatkala masuk Islam, Abu Bakar menampilkan keislamannya dan mengajak orang kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya. Dakwah Abu Bakar ini cukup efektif mengingat ia adalah seorang Quraisy yang supel dalam pergaulan, disukai dan diterima. seorang pebisnis. dan berbudi pekerti yang baik. Sejumlah sahabat masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar, yaitu Utsman bin Affan. Zubair bin Awwam. Abdurrahman bin Auf. Saad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah.
Abu Bakar pun terkenal karena teguh pendirian, berhati lembut, mempunyai iman yang kokoh, dan bijaksana. Kekokohan imannya terlihat ketika Madinah kelabu karena rasulullah Saw. telah kembali kepada Yang Mahatinggi. Banyak manusia bersedih. Bahkan, Umar murka dan tidak memercayai kenyataan yang ada. Saat itu. Abu Bakar tampil meng­ingatkan seluruh sahabat dengan satu khutbah yang mahsyur. "Ketahuilah, siapa yang menyembah Muhammad, maka ia telah wafat. Don siapa yang men yembah Allah, make sesungguhnya Allah tidak mati".
Rasulullah Saw. wafat tanpa meninggalkan pesan siapa yang harus menggantikannya sebagai pemimpin umat. Beberapa kerabat Rasul berpendapat bahwa All bin Abi Thalib yang paling berhak. Namun, sebagian Kaum Anshar berkumpul di Balai Pertemuan Bani Sdidah. Mereka hendak mengangkat Saad bin Ubadah sebagai pemimpin umat.
                Ketegangan terjadi. Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah datang untuk mengingatkan mereka. Perdebatan terjadi, sampai dua tokoh Muhajirin dan Anshar. Abu Ubaidah dan Basyir bin Saad membaiat Abu Bakar. Umar menyusul membaiat. Demikian pula yang lainnya. Pertikaian selesai. Selasa malam menjelang Shalat Isya, setelah Rasul dimakamkan, Abu Bakar naik ke mimbar di Masjid Nabawi. la mengucapkan pidato pertamanya sebagai khalifah. Pidato yang ringkas dan berkesan di kalangan umat. Itu terjadi pada Juni 632 M atau 11 Hijriah.
la berpidato, "Hai saudara-sauciara! Kalian telah membaiat saya sebagai khalifah (kepala negara). Sesungguhnya saya tidaklah lebih balk dari kalian. Oleh karena itu, apabila saya berbuat baik, tolonglah dan bantulah saya dalam kebaikan itu; tetapi apabila saya berbuat kesalahan, tegurlah saya. Taatlah kalian kepada saya selama saya taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian menaati saya, apabila saya berbuat maksiat terhadap Allah dan Rasul-Nya."
Selama 2 tahun 3 bulan memimpin umat, ia hanya mengeluarkan delapan ribu dirham uang negara untuk kepentingan keluarganya. Jumlah yang sangat sedikit untuk ukuran waktu itu. Abu Bakar wafat dalam usia yang hampir sama dengan Rasul. 63 tahun pada 13 H. Sebelum wafat, ia menetapkan Umar sebagai penggantinya. Jenazahnya di­kebumikan di sebelah manusia yang paling dicintainya, yaitu makam Rasulullah Saw.
Perjuangan dan pengorbanan Abu Bakar yang penuh keikhlasan itu akan dibalas Allah Swt. dengan surga-Nya. Sebagaimana dicerita­kan Abu Dzar Al-Ghiffary, ketika Rasulullah Saw. masuk ke rumah Aisyah binti Abu Bakar, Rasul mengatakan bahwa Abu Bakar termasuk dalam al *asyarah al mubasysyiriina bil jannah (sepuluh orang yang dijamin Rasul bakal masuk surga).
Nah, itulah keutamaan dan keistimewaan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. yang sung­guh layak untuk kita teladani dalam kehidupan ini.

0 komentar

Posting Komentar