Powered By Blogger
free search engine website submission top optimization

Selasa, 20 Desember 2011

K.H. Ahmad Dahlan

Pendiri Muhammadiyah 
       Temen-temen sudah pasti tau siapa ni kiai, terutama bagi pesantren-pesantren di Muhammadiyah, karena beliaulah yang mendirikan Muhammadiyah, Ormas Islam Modernis di Tanah Air.
     K.H. Dahlan Lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868. Dia adalah Putra Keluarga K.H. Abu Bakar, seorang ulama dan khatib terkemuka di mesjid besar kesultanan Yokyakarta. Ibunya adalah putri H. Ibrahim yang juga menjabat Penghulu Kesultanan Yogyakarta saat itu.
      Nama kecil K.H.Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwisy. Dia anak ke 4 dari 7 bersaudara, dia termasuk keturunan kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang wali besar diantara wali songo. Pada usia 15 tahun, dia pergi Haji dan tinggal di Makkah selama 5 tahun. Pada periode ini, dia mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaru islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha, dan Ibnu Taimiyah. Ketika pulang keindonesia pada 1888, dia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan.
       Pada 1903, K.H. Ahmad Dahlan kembali lagi ke Makkah dan menetap selam 2 tahun. selama itu dia sempat berguru kepada Syaikh Ahmad Khatib yang juga guru pendiri NU, K.H. Hasyim Asy'ari. Pada 1912, Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Kauman, Yogyakarta. Sepulang dari Makkah, dia menikah dengan Sitti Walidah, anak Kiai penghulu H. Fadhil. Kemudian istrinya dikenal dengan nyai Ahmad Dahlan, seorang pendiri Aisyiyah. Dari perkawinannya itu, K.H. Ahmad Dahlan dikaruniai 6 orang anak.
       K.H.Ahmad Dahlan telah memelopori kebangkitan umat islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah. Bangsa yang masih harus berbuat dan masih perlu belajar. dia mendirikan Muhammadiyah sebagai organisasi telah memelopori amal usaha sosial dan pendidikan. Hal ini diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa dengan jiwa ajaran Islam. Kiai kharismatik ini wafat di yogyakarta, pada 23 Februari1923.

0 komentar

Posting Komentar