Powered By Blogger
free search engine website submission top optimization

Rabu, 21 Desember 2011

Buya Hamka

Ulama Autodidak 

Temen-temen pasti sudah tahu kan, seorang ulama sekaligus penyair, penulis, dan sejarawan terkemuka di tanah air? Siapa lagi kalau bukan Buya Hamka! Nah, sekarang kita berbagi cerita tentang kisah hidupnya.

HAMKA adalah singkatan dari Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Dia adalah seorang ulama, aktivis politik, dan penulis Indonesia yang terkenal di penjuru Nusantara. Dia lahir pada 17 Februari 1908 di Kampung Molek, Ma­ninjau, Sumatra Barat. Ayahnya, Syaikh Abdul Karim bin Amrullah atau yang lebih dikenal sebagai Haji Rasul adalah seorang pelopor Gerakan Isiah (tajdid) di Minangkabau.
Hamka hanya bersekolah sampai kelas dua di Sekolah Dasar Maninjau. Setelah itu, pada usia sepuluh tahun, dia belajar agama dan bahasa Arab di Sumatra Thawalib di Padang Panjang yang didirikan ayahnya. Hamka juga mengikuti pengajaran agama yang diberikan oleh ulama terkenal, seperti Syaikh Ibrahim Musa, Syaikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto, dan Ki Bagus Hadikusumo.
      Dengan bekal pengetahuan di bidang agama yang cukup tinggi. Hamka pun merintis karier sebagai pengajar. Dari 1927 sampai dengan 1958, dia menjadi guru agama di Perkebunan Tebing Tinggi dan Padang Panjang, serta menjadi dosen di Universitas Islam Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Padang Panjang. Kemudian, kariernya membawa dia terpilih sebagai Rektor Perguruan Tinggi Islam Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo Jakarta. Sejak 1951 hingga 1960. dia diangkat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia.
     Hamka aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Dia mengikuti pendirian Muhammadiyah sejak 1925. Sejak 1928 sampai dengan 1950, dia mulai mengetuai dan memimpin kegiatan organisasi, konferensi, dan kongres Muhammadiyah di berbagai tempat. seperti di Padang Panjang, Makassar, Sumatra Barat, dan Yogyakarta. Hamka pun pada 1953 pernah dipilih sebagai Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia pada 26 Juli 1977.
    Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan internasional, seperti anugerah Kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas Al-Azhar, 1958: Doctor Honoris Causa. Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974: dan gelar Datuk Indono dan Pangeran Wiroguno dari peme­rintah Indonesia.
     Hamka wafat pada 24 Juli 1981. Namun, jasa dan pengaruhnya masih terasa hingga kini dalam memartabatkan agama Islam.

       oh iya lupa, Hamka juga pembuat Novel Lo..!! Mo liat ga novel novel yg Tob dibuatnya..?

ni silahkan dowload ja di sini ....
Semoga bermanfaat ya temen-temen 

0 komentar

Posting Komentar